Featured post

Commingsoon PSP XX tahun 2015

Published by:

PSP20_2

PSP20_2Sejak adanya event ini di tahun 1996, tak menyangka agenda yang semula hanya untuk memberikan kesempatan siswa mengekspresikan potensi berkesenian, nyata-nyata tumbuh menjadi sebuah agenda yang melekat dengan nama SMA Negeri 2 Bandung. Kegiatan tersebut semula hanyalah sebagai evaluasi kegiatan belajar praktik di akhir semester untuk mata pelajaran Pendidikan Kesenian. Pekan Seni Pelajar menjadi sebuah model pengembangan pembelajaran seni budaya yang memberikan ruang kreatif para siswa untuk berani menyampaikan ide dan gagasan yang menuntut sebuah kerja produksi sebagaimana layaknya produksi karya-karya seni profesional. Kemauan dan motivasi diri adalah awal modal yang bagus untuk terus belajar mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan. Dan itu semua dilakukan bersama dalam sebuah Tim Produksi.

Sebagai ilustrasi kecil, dalam sebuah tim produksi setiap anggota memiliki tugas berbeda satu dan yang lainnya. Ada yang berperan menjadi pemain teater, musisi, penari, atau menjadi tim kerja pendukung seperti penata artistik, penulis skenario, penulis musik, penata cahaya, penata rekaman, videography, costume design, properti, dll. Tim produksi adalah seluruh siswa di satu kelas, dalam hal ini kelas XI. Kerja produksi memiliki waktu yang cukup lama, kurang lebih 6 bulan. Di tangan seorang Pimpinan Produksi (pimpro) yang handal tim ini akan berhasil melewati segala rintangan berproduksi. Hingga saat ini, sementara proses produksi masih dalam penyelesaian skenario. Tahapan-tahapan yang baik tentunya akan membawa tim bekerja efisien. Tak ada yang ingin karya produksi dihargai sebagai partisipan saja. Disinilah muncul semacam kompetisi kecil diantara 10 tim produksi. Tentunya segala daya dan usaha melahirkan gagasan-gagasan kreatif terus menerus dikembangkan. Segala media diekplorasi untuk menghasilkan karya-karya kreatif.

Tanggal 2 Mei 2015, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional adalah waktu yang tepat untuk kembali tersaji karya-karya besar Pekan Seni Pelajar XX Tahun 2015, bertempat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat (TBJB) Bandung.

Salam Kreativitas.

Featured post

Mengelola Waktu Untuk Berkarya.

Published by:

drama_kostumSebuah kegiatan kreatif seperti yang akan segera dilakukan di PSP tidak akan dapat menghasilkan hasil yang maksimal jika para pengelola (Manajemen Tim Work) tidak mampu mengelola waktu yang tersedia dengan rencana pekerjaan yang baik. Sepanjang pengalaman di PSP, para timwork seringkali berhadapan dengan persoalan terdesaknya waktu di hari-hari menjelang pelaksanaan pentas, seperti menjelang Gladi Kotor. Ini pasti akan menyita waktu dam energi, sehingga seringkali memunculkan persoalan intern tim. Oleh sebab itu,  dari sekarang susunlah sebuah perencanaan produksi yang lebih menitikberatkan pada hasil, target sesuai waktu yang ditetapkan oleh tim produksi.

Continue reading

Tata Artistik Pertunjukan

Published by:

gambren9

Siapa yang patut dimanjakan dalam seni pertunjukan? Jawabnya adalah penonton.

Para penyaji akan dihadapkan ribuan pasang mata di pentas PSP (Pekan Seni Pelajar), khasnya SMA Negeri 2 Bandung. Ribuan pasang mata itu akan terus menatap satu frame dihadapannya, seolah dihadapannya adalah boneka-boneka kecil yang sedang bermain-main dengan dunianya. Dalam seni pertunjukan, secara teknis penggarapan visual artistik adalah yang langsung berhubungan dengan mata, membahagiakan sekaligus membenamkan perasaan penontonnya.

Panggung bukanlah film. Panggung hanya sebuah kotak kecil yang tidak bisa menyajikan semuanya, utuh sebagaimana layaknya sebuah film. Kotak itulah (panggung TBJB, berukuran 15 X8) yang menjadi ruang kretivitas untuk menghadirkan semua bernada simbolik. Sebagai contoh bagaimana menghadirkan ruang kamar tidur, ruang tamu, pasar, toko, dll. Semuanya harus sepenuhnya didesain dengan bentuk-bentuk simbolik. Buang jauh-jauh pemikiran Anda untuk menjadi panggung menjadi foto nyata.

Okai, sudah lazimnya sebuah pentas berlatar warna hitam. Jika Anda mengenakan kostum warna hitam, seperti setelan jas, tenggelamlah warna itu. Apalagi jika tak didukung dengan pencahayaan yang baik. Tetapi tidak hanya itu. Di dunia pertunjukan adalah salah satu bidangnya, yaitu Penata Artistik (art direction). Sebagai bagian dari itu adalah tugas seorang Lighting Designer, Costume Designer, Properti Designer, dan Make Up Designer. (Baca tulisan : Mewarnai Panggung lewat Penataan Cahaya).

Di bawah Langit KelabuBerbalas

Di bawah Langit KelabuBerbalas

Urusan warna, bahan, komposisi letak benda, dan cara menjadi bagian dari seluruh proses penataan artitistik. Perhatikan pada foto di atas. Mari kita sedikit koreksi. Membuat backdroff/layer di belakang pemain adalah pekerjaan yang sangat menyulitkan dan kurang menolong. Bahan terpilih kurang menyerap warna membuat tata cahaya terasa sia-sia. Next, lihatlah alas kaki. Kostum dan make up okai, memberi kesan sensual, meskipun warna celana hitam sedikit merubah persepsi.

Marikita coba bandingkan dengan sajian profesional seperti gambar di bawah ini.

Penyajian teater boneka Mwathirika

Penyajian teater boneka Mwathirika

Kesan kesederhanaan obyek properti mengesankan nilai artistik yang sempurna, penataan cahaya sangat memberikan dukungan artistik.

Sebagai catatan khusus bagi penyelenggaraan PSP XX kali ini, direncanakan layar hitam sedikit mulai ditata sebuah big screen, berukuran 6 X 4, dengan tujuan memberikan kesan dramatis melalui kreativitas di bidang videograph. Dengan pengadaan peralatan tambahan ini diharapkan akan mengurangi beban pembuatan properti layar yang biasanya sering muncul di penyelenggaraan psp yang sudah-sudah. Melalui perangkat multimedia, adegan dapat dimungkinkan membuat layer bergerak (movie/animasi).

Baik, untuk membantu persiapan menuju pentas, di bawah ini diuraikan tentang apa saja yang berhubungan dengan tata artistik.

  1. Properti dekorasi, yakni segala peralatan bantu pentas bersifat statis, memberikan imajinasi tentang tempat kejadian. Prinsip dasarnya adalah Kreatif, Murah, Portable, Praktis, Kuat/Kokoh. Sebagai bahan pembuatannya diantaranya benda Recycle (dus, koran, botol,dll), Cat Acrilyc/Cat Tembok, Stirofoam, Kertas Spotlight, Benang, dll.
  2. Properti – Alat, adalah benda-benda yang digunakan pemain (aktor/aktris). Contoh : sepeda, pistol, tombak, kursi roda, kursi taman, handphone, dll.
  3. Kostum, pada dasarnya adalah yang melekat di tubuh pemain, dari ujung kaki hingga ujung kepala. Seperti : baju perang, baju pesta, baju tari, topi, kaca mata hitam, dll.
  4. Tata Rias, bukan seperti yang biasanya untuk make up sehari-hari. Warna lampu tak akan memberi respon apapun pada benda yang tidak mampu menyerap warna. Warna kulit adalah salah satunya, sulit menangkap warna. Oleh sebab itu tata rias pentas terkesan berlebihan dengan tak lain adalah ingin membuat karakter tokoh lebih dramatis. Beberapa tujuan diantaranya :
  • Menyempurnakan penampilan wajah
  • Menggambarkan karakter tokoh
  • Memberi efek gerak pada ekspresi pemain
  • Menegaskan dan menghasilkan garis-garis wajahs esuai dengan tokoh
  • Menambah aspek dramatik.

Pulasan bedak dasar bersifat wajib bagi siapapun di atas pentas. Selain itu make up tentunya akan memberi bentuk pada karakter tokoh. Seperti bagaimana membedakan tua dan muda, atau anggun dan judes, dll.

Untuk membiasakan bekerja dengan cermat, sudah seharusnya Anda memiliki catatan yang banyak tentang berbagai kebutuhan artistik pentas serta berlatih. Yang terpenting adalah bagaimana Anda memulai memetakan seluruh kebutuhan pentas, scene per scene, adegan ke adegan. Dan jangan lupa perhitungkan juga tentang bagaimana cara penempatan di atas pentas, perhitungkan waktu untuk memasangnya, mengganti, mengeluarkan dari pentas.

Selamat berkreasi…..

Membuai Penonton dengan Tontonan yang Segar

Published by:

ozone

str8Memang enak sich jadi penonton. Duduk di bangku tontonan, menikmati sajian tontonan, mengkhayalkan dinamika tontonan, dan tak jarang menontonpun meneriaki pemain-pemain yang ngga becus. Itu semua hak menjadi penonton. Apalagi dengan tontonan tak berbayar alias gratis, seolah penonton memiliki hak apa saja. Apakah tak terpikir, membuat sebuah kerja produksi itu sungguh begitu sulit. Kadang kita sebagai pemain dan semua awak kru kerja produksi harus bertempur lahir batin. Adalah sebuah kebahagiaan jika kita semua mampu menuntaskan seluruh karya kita tanpa cela sedikitpun. Sebagai pengkarya, tentunya harus memulai bagaimana membuat tontonan menjadi memiliki daya tarik.

Baik, kita simak salah satu episode tontonan PSP 13 tahun 2008 lalu, karya tim produksi “BadakSila” – kelas 2 ipa 5 SMAN2 Bandung, di bawah ini .

Pastilah tidak mudah membuat sebuah tontonan yang segar. Format parodi (humor) salah satu andalan tim ini. Detail adegan sangat menjadi perhatian sutradaranya, para pemain mampu bermain sangat lepas tanpa beban. Meskipun kononnya bagi sebuah adegan yang diisi para pemain biasanya kurang fokus, dalam hal ini para pemain utama tetap menjadi perhatian cukup bagus. Blocking pemain harus bisa memberi kesempatan kepada pemain utama untuk berada di front terdepan.

Tapi dari semua itu, pemain teater harus siap dengan segala kemampuan teknis, mengendalikan emosi, terus menjaga kestabilan karakter . Itu semua adalah hasil dari sebuah komunikasi yang baik selama kegiatan berlatih dengan seluruh komponen pentas.

Selamat berlatih seluruh 10 tim produksi PSP XX Tahun 2015. Semoga karya Anda patut mendapatkan apresiasi yang istimewa atas kerja kreatif Anda.

Tonton lebih banyak lagi Film Dokumentasi PSP

Siap Menonton Karya Film SMAN 2 Bandung?

Published by:

black_and_white_movies_typography_film_filmmaking_1920x1080_21676

black_and_white_movies_typography_film_filmmaking_1920x1080_21676Seperti sudah diilustrasikan di awal, Pekan Seni Pelajar (PSP) yang biasanya merupakan seni panggungan, kali ini di PSP XIX sangat jauh berbeda. Format Film adalah sebagai pilihan. Asumsinya melalui media Film, siswa banyak belajar mengeksplorasi segala hal, mulai dari mengerti tentang Film, menata musik sendiri, hingga dalam hal-hal yang bersifat teknis. Semua dikerjakan bahu membahu oleh seluruh awak tim produksi (kelas). 6 bulan sudah ini berproses. Dan tinggal menunggu kapan akan disodorkan pada publik.

Panitia Produksi yang dikomandani Haris Hadianto (XI IPA1) dan dengan seluruh tim produksi, 12 buah Film karya terbaru ini akan diputar dan disodorkan kepada publik tepatnya tanggal 16 dan 17 Juni 2014, dari jam 14.00 hingga 20.00, bertempat Studio Blitz Megaplex – Kawasan Paris van Java – Bandung.

Untuk preview , silakan kunjungi trailer Film tersebut di samping ini.

Semoga usaha kerja keras yang sudah dibangun selama ini memperoleh hasil yang memuaskan, khususnya bagi pembuatnya.

Selamat berapresiasi.

N.B. Tiket dapat diperoleh di Panitia PSPXIX, follow twitter @PSPXIX2014.  Tunggu info lanjutan.

Comming Soon PSP19

Published by:

ALL

Berbulan-bulan sudah para sinemator muda bekerja, pagi siang malam tak kenal menyerah. Tengah April ini adalah puncak dari seluruh kegiatan produksi.. dan STOP. Semua kembali ke rumah. Dan giliran para editor untuk menyelesaikan seluruh clips movie, suara dan musik.  Dengan bahasa yang sama kita teriakan Comming Soon PSP19…!! Dan inilah ekspresi masing2 tim produksi dengan keragaman bahasanya.

Kini tinggal menantikan kapan diputarnya Film-film Karya PSP19 ini.

Tips Penggunaan Alat Produksi Film

Published by:

sound-man

Pada dasarnya memproduksi film adalah menangkap gambar dan suara menggunakan camera perekam, dan diproses melalui proses editing sehingga gambar-gambar saling berhubungan menyusun cerita. Tetapi sejalan dengan pengembangan teknologi perfilman, tuntutan memperoleh gambar yang memiliki kesan artistik adalah sebuah tuntutan. Sehingga semua awak film semakin hari dituntut terus meningkatkan kualitas hasil gambar yang mampu bicara dalam kesan artistik (bukan hanya menyajikan cerita). Inilah tantangannya.

Continue reading

MUSIK Melengkapi Ekspresi Film

Published by:

Film merupakan sebuah bentuk karya seni yang memiliki media terlengkap, seperti unsur cerita, drama, acting, music, suara, gerak, seni kerupaaan lainnya. Sebagai sebuah kesatuan, seluruh unsur harus memiliki harmoni yang saling memberikan tata nilai estetik. Rasa, denyut, greget, setiap detiknya diharapkan mampu memberikan aliran jiwa kepada siapa saja yang menontonnya.

Salah satu komponen yang jarang secara sengaja diperhatikan dalam penyajian film adalah music. Peran music dalam film pada umumnya diperlakukan sebagai pendorong rasa. Padahal membuat komposisi music itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Tapi itulah music ada disana. Mungkin sebuah perkecualian dalam film berjenis Film Musikal. Jelas, music lebih memiliki porsi yang besar. Actor actris diharapkan memiliki kemampuan untuk membawakan music atau lagu yang biasanya sudah terekam secara khusus.

Continue reading

Tahap Produksi Film

Published by:

Proses produksi film bukanlah suatu yang mudah untuk dijalankan. Sebuah tim produksi harus mengawali dengan memiliki sebuah design rencana yang tepat dan efisien, seperti menyiapkan storyboard dan breakdown, menyiapkan para pemain, persiapan awak kru film dengan berlatih kerjasama dan menghasilkan gambar yang bagus, dll. Semua itu pada saat pengambilan gambar, peran SUTRADARA lah proses itu digarap bersama seluruh awak film, termasuk aktor dan aktris. Sutradara sebagai penentu arah kemana gambar akan menjadi sebuah karya yang artistik. Oleh sebab itu sutradara harus benar-benar memiliki persiapan yang sangat detail.

Mari kita amati sebuah kerja film “Atambua 360 derajat”, film dokumenter dengan gara[an sutradara Riri Reza (sutradara Laskar Pelangi).

Kita melihat bagaimana peran sutradara yang terus menerus mendampingi cameramen dalam mengambil gambar.

Continue reading

TIPS SINGKAT MENULIS SKENARIO FILM

Published by:

shoot9_belenggu_upiavianto
shoot7_bidadari-surga

Scene Bidadari dari Surga

Pembuatan sebuah film harus direncanakan sematang mungkin. Salah satu bagian dari produksi film yang terpenting adalah penulisan skenario. Skenario termasuk unsur yang dibutuhkan paling awal sebagai rancangan membuat film. Ketika sebuah skenario telah selesai, maka sebenarnya film telah selesai dibuat pula dalam bentuk tertulis.

Lantas bagaimana cara menulis skenario? Berikut ini akan dipaparkan teknik menulis skenario yang diambil dari beberapa sumber di internet.

Continue reading

MEMBANGUN KONFLIK DALAM PENULISAN NASKAH

Published by:

actingMenulis  naskah  drama  merupakan  kegiatan  proses  kreatif yang didorong oleh pikiran bawah   sadar. Dalam penulisan naskah biasanya seorang penulis terdorong dari peniruan, penyesuaian,  atau  pencocokan  terhadap  pola-pola  yang  telah  dibuat  sebelumnya. Kreativitas   menyangkut   tahapan   pemikiran   imajinatif:   merasakan,   mengahayati, menghayalkan, dan menemukan kebenaran.

Seperti sudah kita tahu, bahwa teater, drama, atau film hampir secara keseluruhan menuturkan tentang kehidupan manusia sehari-hari. Tetapi tentu saja bagi kebutuhan karya, sangat dibutuhkan usaha memberi tekanan-tekanan estetika. Sehingga ketika naskah dipentaskan, akan terjadi komunikasi estetik antara pemain dan penonton.

Continue reading