Menjadi Pembelajar Seni Pertunjukan

Published by:

Tata Rias yang menawan

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2015, 2 Mei 2015, sebuah pemandangan yang luar biasa dikaitkan dengan bagaimana seseorang mampu belajar untuk menemukan karakter. Sebuah karakter pribadi yang sangat kuat menjadikan seseorang akan mampu berkiprah dalam berbagai persoalan di masa depan. Dan PSP atau Pekan Seni Pelajar ke 20 di SMAN 2 Bandung adalah salah satu sisi dari model pembelajaran, belajar memaknai sebuah peristiwa dengan kurun waktu yang panjang untuk merasakan bagaimana bersinergi dengan sebuah timwork yang kuat, belajar atas penghargaan dari sebuah nama totalitas.

Sabtu pagi itu, di tempat yang terbilang megah di kota Bandung, yakni Taman Budaya Jawa Barat, disanalah para siswa menghentakkan seluruh tenaga dan pikiran untuk berani menjadi penyaji sebuah karya seni. Panitia Produksi PSP XX tanpa basa basi memulai acara tepat jam 09.30, diawali dengan Opening Seremoni dengan deretan acara ; Laporan Ketua Panitia Produksi (Elang Jatnika-XI MIA6), Kata Pengantar (Wing W Pandu,SPd), dan Sambutan Kepala SMA Negeri 2 Bandung (Dr.Hj. Sundari,MPd) sekaligus membuka acara secara resmi. Turut hadir di tengah-tengah penonton para orangtua siswa. Selain itu, PSP selalu menghadirkan para Panelis/Juri yang terdiri dari para alumni rumahseni2. Diantaranya ; Adrian (04), Dean Muharam (05), Fajar (09), Fatina (11), Regita (11), Ibnu (14), Jeremi (14), Arin (14), dll. 

Berikut adalah para siswa penyaji PSP XX yang hebat-hebat.

 

Begitulah kurang lebih menggambarkan sebuah peristiwa penting yang selalu dihidupkan di kampus SMAN 2 Bandung. Selain menyajikan karya-karya tim produksi, rumahseni2 memberikan sajian terbaiknya, seperti Percussion, Vocal Group, Teater PisPot, dan Mahesa Band. Dan acara pun berakhir tepat pukul 18.50, diiringi rasa bahagia yang luar biasa atas lancarnya semua kerja tim. Semoga pengalaman indah ini bisa dijadikan sebuah pembelajaran yang baik, untuk masa dekat ataupun masa yang akan datang.

Warna Warni Pekan Seni Pelajar XX

Published by:

Soda Production

IMG-20150430-WA0002Tak bisa dibantah lagi, PSP atau Pekan Seni Pelajar yang menjadi salah satu event yang paling ditunggu di kampus SMAN 2 Bandung. Siswa kelas XI (kelas 2 SMA) tinggal selangkah lagi menuju panggung PSP yang ke 20 kalinya diselenggarakan SMAN 2 Bandung. Kali ini kembali ke format asal, yakni seni pentas dengan konsep teaterikal setelah tahun lalu di PSP 19 sempat berformat Film Layar Lebar. Taman Budaya Jawa Barat (TBJB), 2 Mei 2015 , bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, start jam 08.30 , adalah saat 10 tim produksi memperlihatkan seluruh hasil kerja produksi yang sudah berlangsung sejak 5 bulan yang lalu.

Tak jauh berbeda seperti yang sudah-sudah, konsep garapan hampir seluruhnya merupakan Teater Musikal. Tim produksi ditantang untuk mengemas seluruh media seni ; musik, teater, tari, film, dekorasi ruang, tata kostum, tata cahaya, tata audio, grafis, dll menjadi sebuah penyajian yang menarik dan berhak mendapatkan penghargaan yang pantas, yang dilakukan oleh para siswa yang notabene bukanlah pekerja seni yang sesungguhnya. Semua sebatas kemampuan bagaimana mengeksplorasi seluruh kemampuan yang dimiliki dari sebuah tim (kelas).

Semoga semua mampu memberikan yang terbaik di PSP XX yang penuh warna-warni.

PSP XX semakin mendekat

Published by:

DSC02653

Gagah rasanya bisa mencicipi euforia PSP. Teman-teman semua satu angkatan ngga mau diam. Dengan seluruh tim produksi bareng-bareng sedang menggenjot produksi PSP XX. Dan sebentar lagi masuki Gladi Kotor. Kononnya gladi kotor arena yang menegangkan ya. Seluruh produksi diperiksa dengan detail, mulai dari administrasinya hingga ke penyajiannya (18-19 April 2015). Wuih…rasanya makin panas aja di setiap harinya. Ngga ada nyantai, mulai pagi dan terus sampai sore terkadang, semua bersemangat (oh ya..waktu-waktu libur kemarin waktu ujian sekolah). Pimpro (pimpinan produksi) mulai bingung ngatur teman-temannya berlatih. Yang paling menjengkelkan kalau ada teman yang susah diajak latihan. Belum lagi kalau sudah ada, terus ngga ada inisiatif. Hmmm..pimpro mulai dech pasang taringnya.

Ngga apalah, demi sebuah momen indah di masa-masa kita tumbuh jadi dewasa. Gini dech rasanya menjadi sebuah timwork yang semuanya ingin menjadi yang tergagah. Di mading PSP yang selelau mejeng di tempat yang itu-itu juga setiap tahunnya, kini sudah mulai penuh dengan atribut tim-tim yang mau berlaga di PSP XX 2015 ini. Namanya poster “Commingsoon”. Biasa aja sich, tapi memang menjadi daya tarik sendiri di setiap PSP. Ngga apa dong kenal-kenal dikit ke publik.

Parade media publikasi

Lihat poster commingsoon nya aja sudah keren begini. Kira-kira mereka bisa ngga ya melewati PSP yang sudah-sudah. Harusnya begitu. Kita tunggu saja nanti di 2 Mei 2015 di tempat biasa, Teater Tertutup TBJB Bandung.

Tata Artistik Pertunjukan

Published by:

gambren9

Siapa yang patut dimanjakan dalam seni pertunjukan? Jawabnya adalah penonton.

Para penyaji akan dihadapkan ribuan pasang mata di pentas PSP (Pekan Seni Pelajar), khasnya SMA Negeri 2 Bandung. Ribuan pasang mata itu akan terus menatap satu frame dihadapannya, seolah dihadapannya adalah boneka-boneka kecil yang sedang bermain-main dengan dunianya. Dalam seni pertunjukan, secara teknis penggarapan visual artistik adalah yang langsung berhubungan dengan mata, membahagiakan sekaligus membenamkan perasaan penontonnya.

Panggung bukanlah film. Panggung hanya sebuah kotak kecil yang tidak bisa menyajikan semuanya, utuh sebagaimana layaknya sebuah film. Kotak itulah (panggung TBJB, berukuran 15 X8) yang menjadi ruang kretivitas untuk menghadirkan semua bernada simbolik. Sebagai contoh bagaimana menghadirkan ruang kamar tidur, ruang tamu, pasar, toko, dll. Semuanya harus sepenuhnya didesain dengan bentuk-bentuk simbolik. Buang jauh-jauh pemikiran Anda untuk menjadi panggung menjadi foto nyata.

Continue reading

Membuai Penonton dengan Tontonan yang Segar

Published by:

ozone

str8Memang enak sich jadi penonton. Duduk di bangku tontonan, menikmati sajian tontonan, mengkhayalkan dinamika tontonan, dan tak jarang menontonpun meneriaki pemain-pemain yang ngga becus. Itu semua hak menjadi penonton. Apalagi dengan tontonan tak berbayar alias gratis, seolah penonton memiliki hak apa saja. Apakah tak terpikir, membuat sebuah kerja produksi itu sungguh begitu sulit. Kadang kita sebagai pemain dan semua awak kru kerja produksi harus bertempur lahir batin. Adalah sebuah kebahagiaan jika kita semua mampu menuntaskan seluruh karya kita tanpa cela sedikitpun. Sebagai pengkarya, tentunya harus memulai bagaimana membuat tontonan menjadi memiliki daya tarik.

Continue reading

Commingsoon PSP XX tahun 2015

Published by:

PSP20_2

PSP20_2Sejak adanya event ini di tahun 1996, tak menyangka agenda yang semula hanya untuk memberikan kesempatan siswa mengekspresikan potensi berkesenian, nyata-nyata tumbuh menjadi sebuah agenda yang melekat dengan nama SMA Negeri 2 Bandung. Kegiatan tersebut semula hanyalah sebagai evaluasi kegiatan belajar praktik di akhir semester untuk mata pelajaran Pendidikan Kesenian. Pekan Seni Pelajar menjadi sebuah model pengembangan pembelajaran seni budaya yang memberikan ruang kreatif para siswa untuk berani menyampaikan ide dan gagasan yang menuntut sebuah kerja produksi sebagaimana layaknya produksi karya-karya seni profesional. Kemauan dan motivasi diri adalah awal modal yang bagus untuk terus belajar mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan. Dan itu semua dilakukan bersama dalam sebuah Tim Produksi.

Sebagai ilustrasi kecil, dalam sebuah tim produksi setiap anggota memiliki tugas berbeda satu dan yang lainnya. Ada yang berperan menjadi pemain teater, musisi, penari, atau menjadi tim kerja pendukung seperti penata artistik, penulis skenario, penulis musik, penata cahaya, penata rekaman, videography, costume design, properti, dll. Tim produksi adalah seluruh siswa di satu kelas, dalam hal ini kelas XI. Kerja produksi memiliki waktu yang cukup lama, kurang lebih 6 bulan. Di tangan seorang Pimpinan Produksi (pimpro) yang handal tim ini akan berhasil melewati segala rintangan berproduksi. Hingga saat ini, sementara proses produksi masih dalam penyelesaian skenario. Tahapan-tahapan yang baik tentunya akan membawa tim bekerja efisien. Tak ada yang ingin karya produksi dihargai sebagai partisipan saja. Disinilah muncul semacam kompetisi kecil diantara 10 tim produksi. Tentunya segala daya dan usaha melahirkan gagasan-gagasan kreatif terus menerus dikembangkan. Segala media diekplorasi untuk menghasilkan karya-karya kreatif.

Tanggal 2 Mei 2015, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional adalah waktu yang tepat untuk kembali tersaji karya-karya besar Pekan Seni Pelajar XX Tahun 2015, bertempat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat (TBJB) Bandung.

Salam Kreativitas.

Siap Menonton Karya Film SMAN 2 Bandung?

Published by:

black_and_white_movies_typography_film_filmmaking_1920x1080_21676

black_and_white_movies_typography_film_filmmaking_1920x1080_21676Seperti sudah diilustrasikan di awal, Pekan Seni Pelajar (PSP) yang biasanya merupakan seni panggungan, kali ini di PSP XIX sangat jauh berbeda. Format Film adalah sebagai pilihan. Asumsinya melalui media Film, siswa banyak belajar mengeksplorasi segala hal, mulai dari mengerti tentang Film, menata musik sendiri, hingga dalam hal-hal yang bersifat teknis. Semua dikerjakan bahu membahu oleh seluruh awak tim produksi (kelas). 6 bulan sudah ini berproses. Dan tinggal menunggu kapan akan disodorkan pada publik.

Panitia Produksi yang dikomandani Haris Hadianto (XI IPA1) dan dengan seluruh tim produksi, 12 buah Film karya terbaru ini akan diputar dan disodorkan kepada publik tepatnya tanggal 16 dan 17 Juni 2014, dari jam 14.00 hingga 20.00, bertempat Studio Blitz Megaplex – Kawasan Paris van Java – Bandung.

Untuk preview , silakan kunjungi trailer Film tersebut di samping ini.

Semoga usaha kerja keras yang sudah dibangun selama ini memperoleh hasil yang memuaskan, khususnya bagi pembuatnya.

Selamat berapresiasi.

N.B. Tiket dapat diperoleh di Panitia PSPXIX, follow twitter @PSPXIX2014.  Tunggu info lanjutan.

Comming Soon PSP19

Published by:

ALL

Berbulan-bulan sudah para sinemator muda bekerja, pagi siang malam tak kenal menyerah. Tengah April ini adalah puncak dari seluruh kegiatan produksi.. dan STOP. Semua kembali ke rumah. Dan giliran para editor untuk menyelesaikan seluruh clips movie, suara dan musik.  Dengan bahasa yang sama kita teriakan Comming Soon PSP19…!! Dan inilah ekspresi masing2 tim produksi dengan keragaman bahasanya.

Kini tinggal menantikan kapan diputarnya Film-film Karya PSP19 ini.

Tips Penggunaan Alat Produksi Film

Published by:

sound-man

Pada dasarnya memproduksi film adalah menangkap gambar dan suara menggunakan camera perekam, dan diproses melalui proses editing sehingga gambar-gambar saling berhubungan menyusun cerita. Tetapi sejalan dengan pengembangan teknologi perfilman, tuntutan memperoleh gambar yang memiliki kesan artistik adalah sebuah tuntutan. Sehingga semua awak film semakin hari dituntut terus meningkatkan kualitas hasil gambar yang mampu bicara dalam kesan artistik (bukan hanya menyajikan cerita). Inilah tantangannya.

Continue reading

MUSIK Melengkapi Ekspresi Film

Published by:

Film merupakan sebuah bentuk karya seni yang memiliki media terlengkap, seperti unsur cerita, drama, acting, music, suara, gerak, seni kerupaaan lainnya. Sebagai sebuah kesatuan, seluruh unsur harus memiliki harmoni yang saling memberikan tata nilai estetik. Rasa, denyut, greget, setiap detiknya diharapkan mampu memberikan aliran jiwa kepada siapa saja yang menontonnya.

Salah satu komponen yang jarang secara sengaja diperhatikan dalam penyajian film adalah music. Peran music dalam film pada umumnya diperlakukan sebagai pendorong rasa. Padahal membuat komposisi music itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Tapi itulah music ada disana. Mungkin sebuah perkecualian dalam film berjenis Film Musikal. Jelas, music lebih memiliki porsi yang besar. Actor actris diharapkan memiliki kemampuan untuk membawakan music atau lagu yang biasanya sudah terekam secara khusus.

Continue reading