VIDEO BUMPER, Melengkapi sebuah Pertunjukan Teater.

Sesuai dengan judul di atas, bumper adalah ganjal, atau lebih tepatnya memberikan penghantar yang berupa tambahan informasi cerita atau adegan berikutnya yang akan dilihat penonton. Dalam sebuah pertunjukan, video-video biasanya berupa klips, atau potongan video, berdurasi pendek 1 hingga 2 menit. Mungkin hamper serupa dengan tayangan iklan komersial di televisi yang berdurasi sepanjang-panjangnya 1 menit (60 detik).

Secara teknis memang sama dengan membuat film berdurasi panjang, menggunakan kamera untuk mengumpulkan gambar dan ada proses editing. Perbedaannya adalah bagaimana kreativitas seorang untuk memberikan informasi yang padat dalam hitungan detik. Oleh sebab itu, video bumper bukan hanya sekedar tempelan. Video bumper selain dituntut kreativitas membangun alur adegan, juga harus bisa memberikan makna “artistic”.

Langkah-langkah membuat film .

  1. Mencari tema film
  2. Membuat tim produksi serta pembagian tugas yang jelas.
  3. Membuat scenario.
  4. Membuat schedule shooting.
  5. Hunting dan survey lokasi shooting.
  6. Casting, pemeran yang sesuai dengan kebutuhan adegan.
  7. Preparation atau persiapan, mengecek kembali seluruh kesiapan yang berhubungan dengan shooting, seperti : camera, tripod, lighting, ijin lokasi, scenario, storyboard, dll.
  8. Melakukan shooting, pengambilan gambar serta biasakan merecheck hasil gambar berikut audionya.
  9. Melakukan proses editing.
  10. Membuat prototype, dalam format digital ataupun DVD.
  11. Preview, memperlihatkan hasil kepada tim kecil untuk dianalisa segala kekurangan yang ada. Disarankan menggunakan layar besar, menggunakan peralatan infocus.
  12. Bila masih terdapat kekurangan, kembali ke proses editing.
  13. Publikasikan jika perlu untuk mendapat respon penonton.

Unsur Film.

  1. Tittle / Judul
  2. Credit Tittle , meliputi : produser, kerabat kerja, ucapan terimakasih, dll. Umumnya diletakkan di scene akhir.
  3. Text line, yang digunakan untuk teks terjemahan atau keterangan adegan/scene.
  4. Audio, meliputi : suara pemain, suara area sekitar, music latar, dll.

Teknik Pengambilan Gambar (shooting).

Angle Camera.

  • Long Shoot ; mengambil gambar yang jauh, menggambarkan lokasi adegan.
  • Medium Long Shoot ; memperkaya gambar lebih detail, obyek dari ujung kepala hingga kaki.
  • Medium Shoot : digunakan untuk mengambil gambar dialog atau percakapan, obyek dari tangan hingga kepala.
  • Close Up ; menggambar detail ekspresi pemain, obyek leher hingga ujung kepala.

Pergerakan Camera.

  • Panning (panoramic), mengambil gambar dari kanan ke kiri atau sebaliknya.
  • Tilt , posisi kamera vertical, mendongak ke atas atau ke bawah.
  • Crab, kamera bergerak menyamping sejajar dengan obyek.
  • Track, pergerakan di atas tripod, kanan ke kiri, zoom out-zoom in.

Elemen Shooting.

  • Motivasi. Mengapa harus mengambil gambar tersebut.
  • Informasi gambar.
  • Komposisi Gambar.
  • Sound
  • Camera Angle
  • Kontinuitas, antar gambar saling berhubungan.

Editor.

  1. Capture. Memindahkan gambar ke hardisc computer atau sekedar memindahkan data digital.
  2. Formating. Gambar-gambar sebaiknya terformat sama, misal mpeg, atau avi.
  3. Cuting. Memotong gambar yang diperlukan.
  4. Composition. Mengatur urut adegan sesuai scenario.
  5. Audio Edit. Memperjelas audio yang terekam bersama gambar, khususnya adegan percakapan. Teknik dubbing bisa saja digunakan untuk memperjelas percakapan dengan mengganti audio asli. Tetapi proses ini sedikit agak sulit, karena ekspresi sedikit berbeda pada saat pengambilan gambar.
  6. Sound. Memberi music latar atau music scoring yang sesuai. Usahakan pemilihan music bukan berupa lagu yang berlirik. Lebih tepatnya instrumentalia. Jika perlu tambahkan sound efeks agar adegan terasa lebih dramatis.
  7. Tittle. Titel hanya sebatas diperlukan, seperti judul, atau teks line. Khusus ‘teks line’ bisa dimanfaatkan jika audio percakapan dirasakan gagal, atau noise berlebihan.
  8. Rendering. Render adalah menyatukan seluruh hasil editor meliputi suara, gambar bergerak, gambar, teks, sound, dll.
  9. Mastering. Format standar : PAL Video, besaran layar : 720 X 576 , Audio : 44100 Khz, format file namafile.avi .

Selamat Berkreativitas.

Links Terkait :

  1. Download software Adobe Premiere Pro CS3
  2. Download Manual Book Adobe Premiere
  3. Download Adobe After Effect CS3
  4. Download Vegas 7
Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *