Manajemen Produksi

Pentas F2WL 2013
Pentas F2WL 2013

Dewasa ini marak bermunculannya Organisasi Event atau Event Organisation (EO), atau mungkin dengan peristilahan. Lain seperti : Manajemen Event, Panitia Kegiatan Pertunjukan, Show Manajemen, dll. Menjamurnya kegiatan ini di kalangan anak muda umumnya didorong dari berbagai pengalaman di sekolah atau lingkungan ketika mengadakan sebuah kegiatan.

Pada dasarnya semua sama adalah mengelola sebuah acara agar berlangsung dengan sukses. Sebagai indikator suksesnya acara biasanya adalah partisipasi pengisi acara sangat diapresiasi oleh penonton yang hadir. Lantas selama pertunjukan berlangsung tidak ada kendala teknis. Apalagi bila sebuah acara memang memiliki tujuan untuk bisnis atau mencari pendapatan. Tentunya akan diperoleh sejumlah dana hasil dari penjualan acara tersebut. Entah hasil keuntungan tersebut untuk kegiatan bisnis semata atau kegiatan amal. Sama saja…

Apa yang harus menjadi pijakan untuk menciptakan sebuah acara menjadi menarik? Ini harus dimulai dengan Tema, lalu berkembang menjadi konsep acara sesuai dengan misi dari pertunjukan atau kegiatan tersebut. Tema harus menggambarkan tentang sesuatu yang besar, yang dapat memberikan keleluasaan untuk mengembangkan konsep acara.

Sebagai contoh :

  • Tema               :  Bangun Pemuda Pemudi Indonesia
  • Anak Tema      :  Kreativitas Bandung yang Tidak Pernah Berhenti.
  • Konsep            : Forum Kreativitas (bisa lebih detail lagi)
  • Bentuk             : Pentas Seni dan Lomba Kreativitas

Komponen Event.

Sebuah event dengan skala kecil maupun besar, penyelenggara harus memperhatikan secara utuh segala komponen seluruh aktivitas.

Nonteknis.

  • Manajerial/Organisasi
  • Administrasi
  • Kesekretariatan : piagam, tiket, proposal, ID Card, Uniform, dll
  • Dana
  • Perijinan ; Kepolisian Wilayah, RT, RW, Tetangga, dll
  • Pembantu Umum

Teknis

  • Acara / Materi ; pentas musik, drama, atau lomba-lomba
  • Gedung Pertunjukan/ Panggung/Arena
  • Listrik (sumber PLN atau Genset Diesel sesuai dengan daya yang dibutuhkan)
  • Sounds System (Output ; … watt)
  • Alat Musik / Music Equipments
  • Lighting System
  • Tempat Penonton (kapasitas pengunjung)
  • Area Parkir Kendaraan
  • Artis Room (back stage, ruang rias, ruang persiapan, dll)
  • Properti
  • Dekorasi
  • Pintu keluar masuk penonton (tiket box, pintu masuk terpisah dengan keluar)

Daya Dukung / Produksi

  • Publikasi ; Pamflet, Poster, Baligo, Flyer, Spanduk, dll
  • Keamanan ; Tim Keamanan, Aparat Kepolisian, Keamanan Swasta,
  • Parkir
  • Konsumsi ; Peserta Acara, Undangan, Panitia, Petugas Lapangan, dll
  • Dokumentasi ; Foto dan Video
  • Transportasi

Komponen-komponen di atas tentunya tidak mutlak. Semua disesuaikan dengan bobot bentuk kegiatan. Seperti menyelenggarakan Pameran atau Seminar tentunya tidak sama dengan Pertunjukan Musik.

Tahapan Persiapan Penyelenggaraan.

  1. Pembentukan Panitia.
  2. Menentukan Tema – Konsep – Bentuk
  3. Persiapan Administrasi : proposal, perijinan
  4. Menggalang Dana / Modal / Suporting Finance / Sponsor, dll
  5. Rapat Kerja Penyelenggara (Laporan, Tindak Lanjut, Evaluasi dan Arahan)
  6. Persiapan Teknis
  7. Monitoring kerja penyelenggara dan evaluasi
  8. Latihan – latihan (jika materi berupa produksi karya)
  9. Gladi Kotor
  10. Gladi Resik
  11. Pelaksanaan
  12. Laporan

Menggambarkan berbagai persoalan dalam penyelenggaraan event, masalah ’perijinan’ adalah hal yang harus menjadi perhatian utama. Khususnya dengan pihak-pihak yang terkait dengan isi kegiatan dan tempat. Kegiatan apapun yang Anda rencanakan harus mendapat legalitas. Standar perijinan : Kepolisian (Sektor, Polresta, Polda), Pemadam Kebakaran, Instansi Kesehatan, warga RT/RW setempat, jika berbayar harus ada perijinan dari DIPARDA dan Dispenda, Instansi terkait, dll.

Daftar Gedung Pertunjukan Representatif di Kota Bandung

  1. Sasana Budaya Ganesha, Jl. Tamansari Bandung.Gedung Sabuga memiliki kapasitas pengunjung 6000 orang di ruang utama. Gedung ini dilengkapi fasilitas yang sangat lengkap ; Ruang ber-AC, Kursi Penonton, Panggung Luas, Parkir, Soundsystem Standar, Big Screen, Multimedia, Lighting System Standar, dll. Akustik Ruang : Sangat Baik (****).
  2. Taman Budaya Jawa Barat, Jl. Bukit Dago Utara Bandung.TBJB memiliki dua tempat pertunjukan, yakni Teater Terbuka dan Teater Tertutup. Teater Tertutup kapasitas 800 org, Teater Terbuka 2000 org. Teater Tertutup dilengkapi Soundsystem Standar, Lighting System, Kursi Penonton (800), Backstage Room, Wisma, area parkir luas, dll. Akustik Ruang : Sangat Baik (****)
  3. Gedung Rumentangsiang, Jl. Baranangsiang – Kosambi – Bandung.Kapasitas penonton 400 orang. Area Parkir cukup sulit dikarenakan berada di tengah keramaian pasar Kosambi. Gedung ini lebih sering digunakan untuk pertunjukan teater dan seni-seni tradisi. Akustik Ruang : Baik (***)
  4. Gedung YPK , Jl. Naripan Bandung. Gedung ini memiliki sejarah yang panjang sebagai tempat lahirnya perfilman Indonesia. Hingga kini gedung ini lebih dikenal sebagai  tempat pertunjukan Wayang Tradisi.
  5. Gedung Sunan Ambu – STSI , Jl. Buahbatu – Bandung
  6. Gedung Asia Africa Culture Centre (AACC), Jl. Braga – Bandung.Awalnya gedung ini menjadi sentral pertunjukan seni berbagai bentuk. Apalagi berdekatannya dengan gedung Asia Africa, menjadikan gedung ini sebagai tempat pertunjukan berbagai macam seni pertunjukan dari berbagai bangsa di Asia Africa. Tetapi sayangnya belakangan, gedung ini boleh dikatakan mati.
  7. Auditorium RRI, Jalan Diponegoro Bandung
  8. Eldorado Dome – Jl Setiabudhi Bandung.
  9. Bumi Sangkuriang , Jl. Ki Putih – Ciumbeuleuit.
  10. Auditorium Maranatha, Jl. Prof. Dr. Suryasumantri
  11. Aula Barat / Timur ITB, Jl. Ganesha
  12. Gedung Landmark – Jl. Braga
  13. Padepokan Seni Bandung, Jl. Peta – Bandung
Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *