Mengatur Langkah Produksi Karya

clipPSP telah memasuki musim berkarya. Meskipun langkah itu masih jauh di depan sana, alangkah baiknya Anda berserta tim produksi mampu menata langkah-langkah yang tepat agar semua langkah-langkah nanti sesuai dengan target yang diharapkan.

Sedikit saja, dibawah ini digambarkan bagaimana menata kerja tim produksi di langkah-langkah awal ini.

  1. Sinopsis. Setelah menerima tema Pilihan, tentunya Anda harus memasuki pembuatan sinopsis yang harus diajukan terlebih dahulu untuk disetujui. Bacalah tema dan cermati semua bagian dari kata-kata yang harus dimaknai sebagai pengembangan ide cerita. Carilah semua kejadian tentang kehidupan manusia, kumpulkan dan mulailah menyortir mana yang dianggap paling berhubungan. Cara lain adalah dengan berpikir mundur. Intinya, tema harus menggambarkan kesimpulan akhir. Perlu disadari bahwa sinopsis merupakan sebuah rangkaian peristiwa dari A hingga Z, yang membentuk alur cerita untuk dinikmati pembaca atau penonton nantinya (film). Perlu digarisbawahi bahwa sinopsis itu bukan sekedar ringkasan cerita, tetapi harus lengkap dengan gerak emosi dimana cerita mengalir. Coba ajukan dulu, di bulan Nopember ini. Jika nanti ajuan masih belum dianggap layak, jangan putus asa. Siapkan sinopsis alternatif. Struktur cerita umumnya adalah terdiri dari 5 bagian (menurut dramaturgi) ; Eksposisi (pengenalan situasi, tokoh, dll), Komplikasi (pertumbuhan konflik), Klimaks (puncak konflik), Resolusi (pemecahan konflik), Konklusi (kesimpulan).
  2. Tim Work. Susunlah beserta tim seluruh komponen produksi (lihat Resume Pimpro), sesuai dengan kebutuhan. Carilah referensi yang berkenaan dengan bidang tugas masing-masingnya. Untuk mengefektifkan kerja produksi, buatlah tim kecil yang disebut Tim Kreatif. Tim kreatif bisa terdiri dari 3 – 5 orang. Tim inilah yang biasanya mengawali dengan berbagai gagasan kreatif. Di dalamnya bisa saja termasuk sutradara dan penulis skenario. Tim kreatif harus mencari sebanyak-banyak referensi yang bisa memperkaya produksi tim Anda. Yang pasti, tim kreatif imajinasinya harus berkembang.
  3. Skenario. Setelah sinopsis disetujui, mulailah dengan mengembangkan skenario. Para penulis skenario harus bisa membayangkan bagaimana laku dan emosi pemain ketika memerankannya. Sebenarnya mirip menulis novel. Hanya saja dialog-dialog harus dilengkapi bagaimana laku pemain (penulisan naskah drama). Dalam film pasti akan lebih detail lagi, dihubungkan dengan teknik visualisasi gambar. Gunakan bahasa yang sesuai dengan karakter tokoh. Jika perlu gunakan bahasa pergaulan biasa, sehingga pemeran tidak menjadi canggung ketika harus memerankannya. Sebagai catatan : untuk PSP tidak mengeksploitasi hal-hal yang tidak edukatif (misal : SARA, sex, sadisme, brutalisme, dll). Catatan lain sepanjang PSP, adegan yang sifatnya romatisme remaja sah-sah saja, tetapi bukan menjadi bagian utama dari struktur cerita. Itu hanya sebagai pemanis saja.
  4. Casting. Membicarakan cerita pasti dekat dengan segala kehidupan manusia dengan segala persoalannya. Jadi, manusia-manusia itulah yang akan membentuk cerita. Para pemeran dalam teater atau film memerankan tokoh-tokoh yang diperankannya. Para pemeran bukan hanya untuk menyampaikan naskah berupa dialog-dialog, tetapi dengan segala karakter, laku emosi peranannya, juga bagaimana menghubungkan dengan konflik2 yang dibangun dalam sebuah cerita. Pemilihan pemain tentunya yang paling tepat bertindak adalah seorang sutradara. Sang sutradara harus memiliki keinginan siapa yang paling cocok untuk tokoh-tokoh yang diminta oleh penulis skenario. Karena film memiliki sifat realistic, para penulis skenario juga harus mempertimbangkan peran sesuai dengan usia di tim Anda.
  5. Breakdown. Breakdown merupakan rencana matang untuk pengambilan gambar (shooting). Breakdown disusun oleh tim kreatif, seperti misalnya dari mana sudut gambar akan diambil, termasuk bagaimana layout, backgroud sebuah adegan, dll. (Lihat contoh)
  6. Latihanlah sebelum pengambilan gambar (shooting). Bukan hanya pemain, tetapi juru kamera, tata suara, dll juga sama harus berlatih untuk mendapatkan kualitas gambar terbaik.
  7. Tim Produksi harus membuat schedulle, program yang lebih mengefisienkan waktu. Lihat seluruh agenda di sekitar kita , seperti UKK, F2WL, Libur Sekolah, dll. Agenda kerja sebaiknya¬† disepakati oleh seluruh tim work agar menajdi sebuah ‘komitmen kerja‘.

Demikian kurang lebih bagaimana memulai pekerjaan Anda. Selamat berkarya Kreator Muda…

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *