Tips Penggunaan Alat Produksi Film

Pada dasarnya memproduksi film adalah menangkap gambar dan suara menggunakan camera perekam, dan diproses melalui proses editing sehingga gambar-gambar saling berhubungan menyusun cerita. Tetapi sejalan dengan pengembangan teknologi perfilman, tuntutan memperoleh gambar yang memiliki kesan artistik adalah sebuah tuntutan. Sehingga semua awak film semakin hari dituntut terus meningkatkan kualitas hasil gambar yang mampu bicara dalam kesan artistik (bukan hanya menyajikan cerita). Inilah tantangannya.

Kamera.

Kamera Video adalah kamera elektronik yang digunakan untuk menangkap gambar dan merubahnya ke dalam format gelombang video. Berbeda dengan format film, kamera video ditujukan untuk dunia penyiaran televisi karena prosesnya yang lebih cepat ketimbang film yang harus melalui banyak proses dahulu sebelum dapat dilihat hasilnya.

Menurut Wikipedia.org, kamera video pertama ditemukan oleh John Logie Baird dalam perusahaan Nipkow Disk dan digunakan untuk proyek pengembangan dan percobaan pada BBC Corporation. Konsep kerjanya merupakan kebalikan dari proses kerja televisi CRT, dimana sinyal video diproyeksikan ke kaca yang kemudian dengan kecepatan tinggi menjadi sebuah gambar.

kamera-dslrOkay.. kini jaman sudah berubah, dari kamera analog (real tape) berkembang menjadi format digital. Tentunya kemajuan ini menjadi fenomena tersendiri di jaman ini. Kamera yang semula memang untuk dunia fotografi dalam kedipan, kini memiliki kemampuan membuka cermin untuk menangkap seluruh gambar yang terbuka. Itu bernama kamera DSLR (Digital Single lens Reflex), kamera yang memanfaatkan cermin untuk mengarahkan cahaya dari lensa ke viewfinder. Viewfinder adalah lobang kecil dibelakang kamera tempat kita mengintip obyek foto.  Hasil yang diperoleh ketika menggunakannya untuk film, kini mampu merekam gambar setara dengan film yang dibuat oleh kamera analog (8mm). HDV adalah format film dengan memiliki kualitas gambar dengan ketajaman yang luar biasa, sesuai dengan warna aslinya. HDV adalah teknologi yang ditujukan untuk mengganti teknologi DV serta berniat mengalahkan format DVCPRO HD & HDCam yang muncul terlebih dahulu. Dasar pemikirannya adalah “Jika HD sudah menjadi standar, kenapa format HD tidak dibuat dengan harga murah yang mampu dikonsumsi semua kalangan?” Jika kita telaah, seperti DV, HDV merupakan format dan pendatang baru yang mampu menggebrak dunia penyiaran maupun perfileman.

Tata Cahaya.

LED Video Light Pro
LED Video Light Pro

Tak kalah dengan pengembangan di bidang kamera, penggunaan cahaya bantuan juga merupakan kebetuhan yang tak bisa dihindarkan untuk mendapatkan hasil gambar yang baik. Lensa Kamera membutuhkan cahaya yang hangat, cahaya yang dapat mengungkapkan detail tekstur obyek terekam. Bagi pengambilan gambar OUTDOOR (Exterior) cahaya bisa diperoleh dari sinar matahari (jam 6.00 – 10.00), saat ultraviolet penuh. Tata cahaya INDOOR (Interior), tak bisa ditolak kebutuhan akan bantuan cahaya sangat dibutuhkan. Video Light semakin berkembang berkembang. Pilihannya adalah LED (light Emitting Diode) , Halogen . Lampu LED lebih diutamakan untuk mendapatkan tektur obyek lebih jelas, diperkirakan sama dengan cahaya matahari (5600K). Lampu LED mengkonsumsi listrik sangat kecil, tetapi memiliki cahaya yang sangat kuat, dominan memutihkan. Sedangkan Lampu Halogen mempunyai kelebihan menerangkan seluruh ruang. Halogen memiliki karakter warna kekuning-kuningan. Dalam ruang bagaimanapun juga masih membutuhkan cahaya lain yang dihasilkan dari interior ruang, seperti lampu neon, lampu meja, lampu interior, dll.

Tripod / Rig Mount

cameraman_bigKamera DSLR didesain untuk Fotografi, sehingga bentuknyapun masih seperti kamera pada umumnya, digenggam satu atau kedua tangan. Ketika kamera ini memiliki kemampuan merekam video, hingga saat ini bentuknyapun masih tak berubah. Coba Anda bandingkan dengan camera khusus untuk merekam video, seperti Camcorder, atau Camera Video lainnya. Secara bentuk, memang dikhususkan untuk posisi tangan merekam video.

ball headMerekam video dengan gambar bergerak diperlukan kestabilan camera. Frame gambar terekam tidak goyang. Oleh sebab itu penggunaan TRIPOD untuk menahan camera masih sangat dibutuhkan. Itupun Anda harus berlatih menggerakkan tripod dengan halus. Tripod kamera Video biasanya memiliki kelenturan dalam membuat gerakan. Jika tripod Anda terasa kasar dan tersendat-sendat, Anda harus mengganti atau menambahkan komponen tambahan yang dinamakan BALL HEAD, sehingga pergerakan ke atas-bawah atau kiri-kanan dengan mudah digerakkan. Selain Tripod (kaki 3), Anda bisa juga menggunakan MONOPOD (kaki tunggal). Itu tergantung kebutuhan.

Shoulder MountKesulitan lainnya adalah merekam gambar dengan obyek bergerak, cameramen harus mengikuti obyek bergerak, seperti : berjalan, berlari, atau menggunakan kendaraan. Alat yang bisa diandalkan adalah RIG MOUNT, alat penopang kamera DSLR. Dengan menggunakan alat ini, kameramen akan lebih mudah mengontrol hasil gambar.

Jika bicara para profesional, tentunya masih banyak peralatan bantu kamera, seperti : Steadycam (menstabilkan gerakan berlebihan), Jimijip (belalai panjang penyangga kamera), Slider, Rail, dll. Bicara profesional tak jauh berhubungan dengan harga.

Microphone.

sound-manSuara tidak bisa dipisahkan dari film. Selain dituntut mendapatkan gambar yang baik, suara dialog pemain dan lingkungan sekitarnya harus ditangkap dengan jelas, karakter suara memiliki timbre yang cukup detail. Kamera DSLR sudah dilengkapi dengan microphone internal (OMNI). Hanya sayang microphone tersedia memiliki range yang sangat lebar. Sehingga suara apapun mampu ditangkap dengan jelas. Jika Anda mengambil gambar di tengah keramaian, sudah barang tentu hasil suara mengalami kebocoran atau noise (gangguan). Langkah yang diambil adalah mendekatkan dengan obyek, agar dialog tetap mampu terekam, mengurangi kebocoran suara.

micLangkah lain adalahmenggunakan microphone external (Omni Directional). Biasanya microphone jenis ini memiliki fitur fokus obyek atau tele. Microphone jenis ini dikenal juga dengan nama Spider Microphone. Jenis Condensor Mic ini harus memiliki tenaga yang didorong baterai.  Jika tele diaktifkan, suara yang tertangkap adalah suara yang terarah pada obyek berbicara. Penggunaan tripod atau monopod masih dibutuhkan untuk mendekatkan kepada obyek.

Disarankan jika Anda merekam dalam ruang atau Interior, dengan menggunakan microphone camera saja sudah cukup. Dan alangkah baiknya jika suara terekam bisa dimonitor dengan menggunakan headphone atau headset.

Teknik Perekaman suara juga bisa menggunakan alat perekam terpisah, seperti laptop, atau perekam lainnya (voice recorder). Hasil suara akan disatukan dalam proses editing video.

Demikianlah tulisan ini, mudah-mudahan bisa membantu dalam proses produksi film Anda. Jangan lupa terus berlatih untuk mendapatkan hasil terbaik. Evaluasi adalah langkah yang terbaik setelah Anda melakukan satu tahapan produksi.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *