Tata Artistik Pertunjukan

Siapa yang patut dimanjakan dalam seni pertunjukan? Jawabnya adalah penonton.

Para penyaji akan dihadapkan ribuan pasang mata di pentas PSP (Pekan Seni Pelajar), khasnya SMA Negeri 2 Bandung. Ribuan pasang mata itu akan terus menatap satu frame dihadapannya, seolah dihadapannya adalah boneka-boneka kecil yang sedang bermain-main dengan dunianya. Dalam seni pertunjukan, secara teknis penggarapan visual artistik adalah yang langsung berhubungan dengan mata, membahagiakan sekaligus membenamkan perasaan penontonnya.

Panggung bukanlah film. Panggung hanya sebuah kotak kecil yang tidak bisa menyajikan semuanya, utuh sebagaimana layaknya sebuah film. Kotak itulah (panggung TBJB, berukuran 15 X8) yang menjadi ruang kretivitas untuk menghadirkan semua bernada simbolik. Sebagai contoh bagaimana menghadirkan ruang kamar tidur, ruang tamu, pasar, toko, dll. Semuanya harus sepenuhnya didesain dengan bentuk-bentuk simbolik. Buang jauh-jauh pemikiran Anda untuk menjadi panggung menjadi foto nyata.

Okai, sudah lazimnya sebuah pentas berlatar warna hitam. Jika Anda mengenakan kostum warna hitam, seperti setelan jas, tenggelamlah warna itu. Apalagi jika tak didukung dengan pencahayaan yang baik. Tetapi tidak hanya itu. Di dunia pertunjukan adalah salah satu bidangnya, yaitu Penata Artistik (art direction). Sebagai bagian dari itu adalah tugas seorang Lighting Designer, Costume Designer, Properti Designer, dan Make Up Designer. (Baca tulisan : Mewarnai Panggung lewat Penataan Cahaya).

Di bawah Langit KelabuBerbalas
Di bawah Langit KelabuBerbalas

Urusan warna, bahan, komposisi letak benda, dan cara menjadi bagian dari seluruh proses penataan artitistik. Perhatikan pada foto di atas. Mari kita sedikit koreksi. Membuat backdroff/layer di belakang pemain adalah pekerjaan yang sangat menyulitkan dan kurang menolong. Bahan terpilih kurang menyerap warna membuat tata cahaya terasa sia-sia. Next, lihatlah alas kaki. Kostum dan make up okai, memberi kesan sensual, meskipun warna celana hitam sedikit merubah persepsi.

Marikita coba bandingkan dengan sajian profesional seperti gambar di bawah ini.

Penyajian teater boneka Mwathirika
Penyajian teater boneka Mwathirika

Kesan kesederhanaan obyek properti mengesankan nilai artistik yang sempurna, penataan cahaya sangat memberikan dukungan artistik.

Sebagai catatan khusus bagi penyelenggaraan PSP XX kali ini, direncanakan layar hitam sedikit mulai ditata sebuah big screen, berukuran 6 X 4, dengan tujuan memberikan kesan dramatis melalui kreativitas di bidang videograph. Dengan pengadaan peralatan tambahan ini diharapkan akan mengurangi beban pembuatan properti layar yang biasanya sering muncul di penyelenggaraan psp yang sudah-sudah. Melalui perangkat multimedia, adegan dapat dimungkinkan membuat layer bergerak (movie/animasi).

Baik, untuk membantu persiapan menuju pentas, di bawah ini diuraikan tentang apa saja yang berhubungan dengan tata artistik.

  1. Properti dekorasi, yakni segala peralatan bantu pentas bersifat statis, memberikan imajinasi tentang tempat kejadian. Prinsip dasarnya adalah Kreatif, Murah, Portable, Praktis, Kuat/Kokoh. Sebagai bahan pembuatannya diantaranya benda Recycle (dus, koran, botol,dll), Cat Acrilyc/Cat Tembok, Stirofoam, Kertas Spotlight, Benang, dll.
  2. Properti – Alat, adalah benda-benda yang digunakan pemain (aktor/aktris). Contoh : sepeda, pistol, tombak, kursi roda, kursi taman, handphone, dll.
  3. Kostum, pada dasarnya adalah yang melekat di tubuh pemain, dari ujung kaki hingga ujung kepala. Seperti : baju perang, baju pesta, baju tari, topi, kaca mata hitam, dll.
  4. Tata Rias, bukan seperti yang biasanya untuk make up sehari-hari. Warna lampu tak akan memberi respon apapun pada benda yang tidak mampu menyerap warna. Warna kulit adalah salah satunya, sulit menangkap warna. Oleh sebab itu tata rias pentas terkesan berlebihan dengan tak lain adalah ingin membuat karakter tokoh lebih dramatis. Beberapa tujuan diantaranya :
  • Menyempurnakan penampilan wajah
  • Menggambarkan karakter tokoh
  • Memberi efek gerak pada ekspresi pemain
  • Menegaskan dan menghasilkan garis-garis wajahs esuai dengan tokoh
  • Menambah aspek dramatik.

Pulasan bedak dasar bersifat wajib bagi siapapun di atas pentas. Selain itu make up tentunya akan memberi bentuk pada karakter tokoh. Seperti bagaimana membedakan tua dan muda, atau anggun dan judes, dll.

Untuk membiasakan bekerja dengan cermat, sudah seharusnya Anda memiliki catatan yang banyak tentang berbagai kebutuhan artistik pentas serta berlatih. Yang terpenting adalah bagaimana Anda memulai memetakan seluruh kebutuhan pentas, scene per scene, adegan ke adegan. Dan jangan lupa perhitungkan juga tentang bagaimana cara penempatan di atas pentas, perhitungkan waktu untuk memasangnya, mengganti, mengeluarkan dari pentas.

Selamat berkreasi…..

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *