ABOUT

Forum Kreativitasnya SMAN 2 Bandung

ozoneBagi semua alumni SMAN 2 Bandung (periode 1996 sd sekarang) sudah dapat dipastikan pernah merasakan suka dan duka menjadi bagian dari event tahunan ini, PSP atau Pekan Seni Pelajar. Munculnya ide penyelenggaran PSP dari kurikulum Pendidikan Seni (1994), yang mencantumkan agar para siswa mampu berkarya dan menunjukkan karyanya di hadapan orang atau di depan kelas. Melihat dinamisnya siswa-siswi SMA Negeri 2 Bandung, ‘senang membuat acara’.., PSP diawali dengan sangat sederhana. Siswa dengan sangat bebas menciptakan media ekspresinya. 1996, muncul bentuk ‘kabaret’ selain bentuk-bentuk musik dan tari kreatif lainnya. Itupun hanya dilakukan di jam pelajaran sekolah dengan mengambil tempat di Aula Sekolah. Jadilah PSP pertama kalinya…

Anda pasti bisa bayangkan kesederhanaannya, baik proses maupun bentuk sajiannya. Sebagai contoh, ingin membuat musik untuk kabaret harus menggunakan 3 buah tape cassete untuk menggabungkan musik satu dengan yang lainnya. Dan jaman itu memang belum berkenalan dengan komputer…. Meskipun begitu, para siswa penuh semangat untuk memberikan yang terbaik.

Di tahun ke-2 (1997), PSP mulai diformat menjadi seni pertunjukan sungguhan dengan mengambil tempat di Taman Budaya Jawa Barat (TBJB), karena dianggap tempat itu akan mengenalkan para siswa dengan segala persoalan panggung (sound system, lampu, properti, dll). Iuranlah para siswa, Rp. 1.000.-/siswa (seribu rupiah). Harga sewa gedung saat itu Rp. 350.000,-. Dibentuklah kepanitiaan PSP dari rumahseni2. Saat itu PSP memang hanya dikhususkan bagi siswa kelas 1 (satu). Sudah bisa dibayangkan, penyaji siswa kelas 1, penontonnya kelas 2 dan 3. Praktis para siswa penyaji, luar biasa mengalami demam panggung. Setiap kelas diwajibkan menyajikan minimal 3 jenis karya seni pertunjukan wajib, yakni : musik, tari dan teater. Sebagai pelengkap, para tim dituntut untuk dapat menyajikan kreativitas di bidang seni videographic, apa yang disebut bumper video dalam penyajian timnya.

Sejak saat itu, PSP berkembang menjadi sebuah tradisi di kampus SMAN 2 Bandung, mengkolaborasikan aktivitas intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Dan terakhir adalah ke 18 kalinya diselenggarakan di tempat yang sama.

Tahun 2004, terjadi perubahan kurikulum. Pembelajaran Seni sampai di kelas 2, dan akhirnya penyelenggaraan tertunda 1 tahun. PSP dilaksanakan di kelas 2.

Perjalanan pengembangan PSP tidak bisa dilepaskan dari kemajuan dari teknologi . Tahun 2005, dimulailah babak baru PSP dengan melibatkan Multimedia (Video Bumper). Dan hingga sekarang, video bumper bagian yang tidak bisa dilepaskan dari karya-karya yang hadir di PSP. PSP terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi. Peranan digitalisasi menjadi sebuah pengalaman yang terus berkembang.

A4_02Dan perkembangan lain adalah munculnya bentuk sajian multi_Art, yang melibatkan seluruh bentuk dan media untuk karya musik, tari, teater, dan videografi. Entah bagaimana ceritanya, di PSP terjadi perseteruan antar tim produksi. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dengan mengeksplorasi seluruh potensi yang dimiliki kelasnya (TIM PRODUKSI). Memainkan teater dan musik secara ‘live’ sudah menjadi pemandangan yang biasa di PSP sekarang. Dalam konsep karya seni pertunjukan disebut Drama Musikal. Dipenghujung, para panelis yang terdiri dari alumni rumahsnei2 memberikan penghargaan khusus bagi para kreator PSP, dinamakan ‘PSP Award‘. Kebanggaan tersendiri untuk menjadi yang terbaik di event semacam PSP. Kata “totalitas” menjadi sebuah tuntutan dalam berkarya, menjadi sebuah bara yang menyemangati para siswa.

Selamat menjadi kreator baru

 

Be Sociable, Share!